Puisi Diafan dan Puisi Prismatis kelas 8 Kurikulum Merdeka

 

A. Pengertian Puisi

Puisi adalah karya sastra yang mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman penyair dengan bahasa yang padat, indah, dan bermakna, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan cara penyampaian maknanya, puisi dibedakan menjadi puisi diafan dan puisi prismatis.

B. Puisi Diafan

1. Pengertian Puisi Diafan

Puisi diafan adalah puisi yang menggunakan bahasa sederhana, lugas, dan langsung, sehingga makna atau pesan yang ingin disampaikan mudah dipahami pembaca. Pesan puisi biasanya tersurat, tidak memerlukan penafsiran mendalam.

Kata diafan berarti jernih atau tembus pandang, artinya makna puisi terlihat jelas.

2. Ciri-ciri Puisi Diafan

Puisi diafan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Menggunakan kalimat sederhana dan lugas

  2. Tidak atau sangat sedikit menggunakan majas/kiasan

  3. Tidak banyak pengimajian (citraan)

  4. Menggunakan bahasa sehari-hari

  5. Pesan disampaikan secara jelas (tersurat)

  6. Mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai usia

3. Tujuan Puisi Diafan

  • Menyampaikan pesan secara langsung

  • Memberi nasihat atau pesan moral

  • Mengungkapkan pengalaman sehari-hari

4. Contoh Puisi Diafan

Contoh 1

Rajin Belajar

Setiap pagi aku belajar
Membaca buku dan menulis
Aku ingin menjadi anak pintar
Agar membanggakan orang tua

Penjelasan:

  • Bahasa sederhana

  • Tidak ada simbol atau kiasan

  • Pesan jelas: ajakan rajin belajar

Contoh 2

Ibu

Ibu selalu bangun lebih pagi
Menyiapkan makan untuk kami
Kasih sayangnya tulus dan nyata
Tak pernah lelah merawat keluarga

Penjelasan:

  • Menggunakan bahasa sehari-hari

  • Makna mudah dipahami

  • Pesan tersurat tentang kasih sayang ibu

C. Puisi Prismatis

1. Pengertian Puisi Prismatis

Puisi prismatis adalah puisi yang menggunakan bahasa kiasan, simbolis, dan penuh imaji, sehingga maknanya tidak langsung. Pembaca perlu menafsirkan sendiri pesan yang ingin disampaikan penyair.

Kata prismatis diibaratkan seperti prisma, satu makna dapat memantulkan banyak tafsir.

2. Ciri-ciri Puisi Prismatis

Puisi prismatis memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Banyak menggunakan majas (metafora, personifikasi, simbol)

  2. Kaya akan imaji atau citraan

  3. Bahasa bersifat simbolis

  4. Makna tidak langsung (tersirat)

  5. Memerlukan penafsiran mendalam

  6. Dapat menimbulkan makna yang berbeda bagi pembaca

3. Tujuan Puisi Prismatis

  • Menggugah perasaan dan imajinasi pembaca

  • Menyampaikan pesan secara mendalam

  • Memberi kebebasan tafsir

4. Contoh Puisi Prismatis

Contoh 1

Di Balik Kaca Waktu

Jam-jam menggantung di langit senja
Jarum berlari tanpa jejak
Aku mengejar bayanganku sendiri
Di lorong waktu yang tak bernama

Penjelasan:

  • Jam-jam menggantung → simbol waktu

  • Jarum berlari → waktu terus berjalan

  • Makna tersirat tentang perjalanan hidup dan penyesalan

Contoh 2

Luka Senja

Senja menumpahkan warna luka
Langit menangis tanpa suara
Aku menyimpan rindu di sudut malam
Menunggu cahaya kembali pulang

Penjelasan:

  • Senja dan langit digunakan sebagai simbol perasaan

  • Banyak imaji visual dan emosional

  • Pesan tidak langsung, perlu ditafsirkan


  • Puisi diafan cocok untuk pembaca pemula karena bahasanya jelas dan langsung.

  • Puisi prismatis menuntut daya tafsir dan imajinasi pembaca karena maknanya tersembunyi.

Komentar

Postingan Populer