Kaidah Kebahasaan Teks Berita Kelas 7 Kurikulum Merdeka
Teks berita memiliki kaidah kebahasaan khusus yang membedakannya dari teks lain. Kaidah ini digunakan agar berita mudah dipahami, jelas, dan bersifat objektif.
1. Menggunakan Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat ini membuat informasi disampaikan secara singkat dan jelas.
Contoh:
Polisi mengamankan pelaku pencurian.
2. Menggunakan Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dan biasanya menggunakan kata hubung.
Contoh:
Hujan deras mengguyur wilayah tersebut sehingga terjadi banjir.
3. Menggunakan Kalimat Langsung
Kalimat langsung berisi kutipan ucapan narasumber secara langsung dan ditandai dengan tanda petik.
Contoh:
“Kami akan memperbaiki jalan ini secepatnya,” ujar Kepala Desa.
4. Menggunakan Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali isi ucapan narasumber tanpa menggunakan tanda petik.
Contoh:
Kepala Desa mengatakan bahwa jalan tersebut akan segera diperbaiki.
5. Menggunakan Ejaan dan Tanda Baca yang Benar
Penulisan teks berita harus sesuai dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia agar tidak menimbulkan kesalahan makna.
Contoh benar:
Korban dibawa ke rumah sakit.
Contoh salah:
Korban di bawa ke rumah sakit.
6. Menggunakan Bahasa Baku, Netral, dan Objektif
Bahasa yang digunakan harus resmi, tidak memihak, dan tidak mengandung pendapat pribadi penulis.
Contoh:
Sebanyak 20 rumah warga rusak akibat angin kencang.
(bukan: Angin kencang itu sangat mengerikan dan membuat warga sengsara)
7. Menggunakan Bahasa Denotatif
Bahasa denotatif adalah bahasa yang bermakna sebenarnya, bukan kiasan atau perumpamaan.
Contoh:
Api membakar tiga kios di pasar tradisional.
(bukan: Api melahap kios-kios di pasar)
Kesimpulan
Kaidah kebahasaan teks berita bertujuan agar informasi disampaikan secara jelas, lugas, faktual, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Sumber:
Waluyo, Budi. 2023. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VII SMP dan SMP. Solo : Tiga Serangkai
Komentar
Posting Komentar