Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Fiksi Kelas 8 Kurikulum Merdeka

Karya fiksi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Melalui cerita fiksi, pembaca tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan, pesan moral, dan gambaran sosial masyarakat. Agar sebuah karya fiksi menjadi utuh dan bermakna, terdapat unsur-unsur penting yang membangunnya, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur Intrinsik Karya Fiksi

Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari dalam cerita dan secara langsung membangun jalannya sebuah karya fiksi. Tanpa unsur-unsur ini, cerita tidak akan memiliki struktur yang jelas.

1. Tema

Tema merupakan gagasan utama atau ide pokok yang mendasari cerita. Tema bisa berupa persahabatan, perjuangan hidup, pendidikan, kejujuran, cinta, atau kritik sosial. Setiap karya fiksi pasti memiliki tema, bahkan cerita panjang dapat mengandung lebih dari satu tema.

2. Alur (Plot)

Alur adalah rangkaian peristiwa dalam cerita yang tersusun secara sebab-akibat. Alur menggambarkan bagaimana cerita dimulai, berkembang, hingga berakhir. Berdasarkan urutannya, alur dibedakan menjadi alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

3. Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak tokoh tersebut. Tokoh tidak selalu manusia, tetapi bisa juga berupa hewan atau makhluk rekaan lain. Watak tokoh dapat digambarkan secara langsung maupun tidak langsung melalui dialog dan tindakan.

4. Latar (Setting)

Latar menunjukkan keterangan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar membantu pembaca membayangkan kondisi dan situasi cerita secara lebih nyata.

5. Amanat

Amanat adalah pesan moral atau nilai kehidupan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat biasanya tidak disampaikan secara langsung, melainkan tersirat melalui peristiwa dan sikap tokoh dalam cerita.

6. Sudut Pandang

Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudut pandang yang sering digunakan antara lain sudut pandang orang pertama (aku/saya) dan sudut pandang orang ketiga (dia/mereka).

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa merupakan cara pengarang menggunakan bahasa dalam cerita, termasuk pemilihan kata, penggunaan majas, dan kalimat-kalimat khas yang memberi keindahan serta kekuatan pada cerita.

Unsur Ekstrinsik Karya Fiksi

Selain unsur intrinsik, karya fiksi juga dipengaruhi oleh unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar cerita, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap isi dan penciptaan karya fiksi.

Unsur ekstrinsik meliputi:

  • Latar belakang kehidupan pengarang, seperti kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan psikologis.

  • Pandangan hidup, ideologi, filsafat, serta tingkat pendidikan pengarang.

  • Kondisi masyarakat, budaya, dan politik pada masa karya tersebut ditulis.

  • Semangat zaman atau situasi sosial yang memengaruhi cara pengarang menuangkan ceritanya.

Dengan memahami unsur intrinsik dan ekstrinsik, pembaca dapat menikmati karya fiksi secara lebih mendalam. Tidak hanya memahami cerita secara permukaan, tetapi juga mampu menafsirkan makna, pesan, serta latar belakang yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra.

Pemahaman ini sangat penting, terutama bagi pelajar dan guru, dalam kegiatan membaca, menganalisis, maupun menulis karya fiksi

Sumber: 

https://www.gramedia.com/best-seller/cerita-fiksi/

Waluyo, Budi. 2023. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VIII SMP dan SMP. Solo : Tiga Serangkai

Komentar

Postingan Populer