Karakteristik Karya Fiksi dan Contohnya Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Karya fiksi merupakan jenis karya sastra yang banyak diminati karena mampu menyajikan cerita yang menarik, menghibur, dan penuh imajinasi. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karya fiksi sering dijumpai dalam bentuk cerpen, novel, dongeng, legenda, hingga cerita fantasi. Lalu, apa saja karakteristik karya fiksi? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Bersifat Rekaan atau Imajinatif
Ciri utama karya fiksi adalah bersifat rekaan. Artinya, cerita dibuat berdasarkan imajinasi atau khayalan pengarang. Walaupun terkadang terinspirasi dari peristiwa nyata, tokoh dan kejadian dalam karya fiksi tetap dikembangkan secara kreatif.
Contoh:
Cerita tentang anak yang dapat berbicara dengan hewan atau kisah kerajaan di dunia lain.
2. Kebenarannya Tidak Mutlak
Kebenaran dalam karya fiksi tidak bersifat faktual seperti teks berita atau laporan. Pengarang bebas menciptakan alur, tokoh, dan konflik tanpa harus sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Contoh:
Dalam novel fiksi ilmiah, tokoh bisa melakukan perjalanan waktu meskipun hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.
3. Menggunakan Bahasa yang Luwes dan Ekspresif
Bahasa yang digunakan dalam karya fiksi cenderung luwes dan komunikatif. Pengarang sering memakai bahasa percakapan, majas, dan ungkapan emosional untuk membangun suasana cerita.
Contoh:
Kalimat deskriptif yang menggambarkan perasaan sedih, bahagia, atau tegang secara mendalam.
4. Tidak Terikat Sistematika Penulisan Formal
Berbeda dengan karya ilmiah, karya fiksi tidak memiliki aturan penulisan yang kaku. Penulis bebas mengatur alur maju, mundur, atau campuran sesuai kebutuhan cerita.
Contoh:
Cerpen yang dimulai dari konflik, lalu kembali ke masa lalu tokoh utama.
5. Bersifat Menghibur dan Mengandung Pesan
Fungsi utama karya fiksi adalah menghibur pembaca. Namun, di balik hiburan tersebut, biasanya terselip pesan moral, nilai kehidupan, atau kritik sosial yang disampaikan secara tidak langsung.
Contoh:
Dongeng yang mengajarkan kejujuran, kerja keras, atau sikap rendah hati.
Karya fiksi adalah karya sastra yang bersifat imajinatif, tidak terikat pada kebenaran mutlak, menggunakan bahasa yang luwes, dan bertujuan menghibur pembaca. Melalui karya fiksi, pembaca tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pelajaran hidup yang disampaikan secara halus dan menarik.
Dengan memahami karakteristik karya fiksi, kita dapat lebih mudah menikmati cerita sekaligus mengapresiasi kreativitas pengarang.
Sumber :
Waluyo, Budi. 2023. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk Kelas VIII SMP dan SMP. Solo : Tiga Serangkai
Komentar
Posting Komentar